Cerita kami
Brand ini lahir dari kulit yang pernah dikhianati label “gentle”.
Klan Klin Hygiene tidak dimulai dari ruang rapat. Ia dimulai dari pertanyaan kecil yang berulang setiap kali mencuci: “ini bakal bikin iritasi nggak?”
Anya, pendiri Klan Klin, hidup bertahun-tahun dengan kulit hipersensitif kronis. Rosacea yang kambuh berulang membuat hal-hal yang tampak sepele bagi orang lain — memilih detergent, memegang pakaian yang baru dicuci, mencuci piring tanpa sarung tangan — menjadi keputusan yang harus dipikirkan matang.
Banyak produk mengklaim dirinya “lembut”, “gentle”, atau “aman untuk kulit sensitif”. Tapi klaim di kemasan tidak selalu sejalan dengan apa yang dirasakan kulit setelah kontak. Rasa gatal, kemerahan, dan perih yang datang belakangan mengajarkan satu hal: yang dibutuhkan bukan janji, melainkan formulasi yang benar-benar memperhitungkan kulit sensitif sejak awal.
Dari sana Klan Klin dibangun dengan satu logika: kurangi residu di kain dan di tangan, hilangkan bau dari sumbernya alih-alih menutupinya dengan parfum, dan perlakukan setiap bahan dengan pertanyaan “apakah ini aman disentuh setiap hari?” sebelum pertanyaan “apakah ini wangi?”.
Kami sengaja tidak menjanjikan kesembuhan atau keamanan mutlak. Setiap kulit berbeda, dan tidak ada produk yang cocok untuk semua orang. Yang kami janjikan adalah kejujuran: status sertifikasi tiap produk kami tampilkan apa adanya, klaim kami jaga agar tidak berlebihan, dan untuk kondisi yang menetap, kami akan selalu menyarankan Anda berbicara dengan dokter.
Klan Klin bukan untuk bayi secara khusus — ia untuk siapa pun, dewasa maupun keluarga, yang setiap hari bertanya-tanya apakah rutinitas bersih-bersih di rumah aman untuk kulit mereka. Untuk rumah tangga yang lelah menebak-nebak, kami ingin menjadi jawaban yang tenang.
Butuh konsultasi lebih personal?
Chat dengan dokter kami, dr. Putri Mahirah, MH, untuk diskusi ringan seputar kulit sensitif di rumah Anda.